Senin, 26 November 2012

Like another girl...


... Aku Hanya Wanita Biasa ...

Kepadamu yang akan menjadi pendampingku kelak..
Terimakasih karena telah memilihku di antara ribuan bidadari di luar sana yang siap untuk kau pilih.. Padahal kau begitu tahu, aku hanya wanita biasa, yang sangat jauh dari sempurna.
Karenanya ku ingin kau tahu, aku bukan wanita yang sempurna, aku begitu banyak kekurangan. Maka ketahuilah..

Kepadamu yang akan memilihku kelak..

Aku tak sebijak bunda khadijah, karenanya ku ingin kau tahu, aku bisa saja berbuat salah dan begitu menyebalkan. Maka ku mohon padamu, bijaklah dalam menghadapiku, jangan marah padaku, nasihati aku dengan hikmah, karena bagiku kaulah pemimpinku, tak akan berani ku membangkang padamu..

Duhai kau yang telah memilihku kelak.. Ingatlah, tak selamanya aku dapat tampak cantik di matamu, ada kalanya aku akan begitu kusam dan jelek. Mungkin karena aku begitu sibuk berjibaku di dapur, menyiapkan makan untuk kau dan malaikat-malaikat kita nanti –insya’Allah-. Maka aku akan tampak kotor dan berbau asap. Atau karena seharian ku harus membenahi istana kecil kita, agar kau dan malaikat kita dapat tinggal dengan nyaman dan sehat. Maka mungkin aku tak sempat berdandan untuk menyambutmu sepulang bekerja.. Ataukah kau akan menemukanku terkantuk kantuk saat mendengar keluhan dan ceritamu, bukan karena aku tak suka menjadi tempatmu menumpahkan segala rasamu, tapi karena semalam saat kau tertidur dengan nyenyak, aku tak sedetikpun tertidur karena harus menjaga malaikat kecil kita yang sedang rewel, dan ku tau kau letih mengais rezeki untuk kami maka tak ingin ku mengusik sedikit pun lelapmu.. Jadi jika esok pagi kau mendapatiku begitu letih dan ada lingkaran hitam di mataku, maka tetaplah tersenyum padaku, karena kau adalah kekuatanku..

Padamu yang menjadi nahkoda dalam hidupku kelak..

Ketahuilah, aku tak sesabar Fatimah, ada kalanya kau akan menemukanku begitu marah, menangis dan tak terkontrol, bukan karena ku membangkang padamu, tapi aku hanya wanita biasa, aku juga butuh tempat untuk menumpahkan beban di hatiku, tempat untuk melepaskan penatku, dan mungkin saat itu aku tak menemukanmu, atau kau begitu sibuk dengan pekerjaanmu, maka bersabarlah, yang ku butuhkan hanya pelukan dan belaianmu.. Karena bagiku kau adalah tetesan embun yang mampu memadamkan segala resahku..

Ataukah ada kalanya tanganku akan mencubit dan memukul pelan si kecil karena lelah dan penatku di tambh rengekannya yang tak habis-habisnya. Sungguh bukan karena ku ingin menyakitinya, tapi kadang aku kehabisan cara untuk menenangkan hatinya. Maka jangan membentakku karena telah menyakiti buah hati kita, tapi cukup kau usap kepalaku, dan bisikkan kata sayang di telingaku, karena dengan itu ku tau kau selalu menghargai semua yang ku lakukan untuk kalian, dan kau akan menemukanku menangis menyesali perlakuanku pada malaikat kita, dan aku akan merasakan ribuan kali rasa sakit dari cubitan yang ku berikan padanya, dan aku akan berjanji tak akan mengulanginya lagi..
Padamu yang menjadi imam dalam hidupku kelak..

Ketahuilah, aku tak secerdas aisyah.. Maka jangan pernah bosan mengajariku, membimbingku ke arah-Nya, walau kadang aku begitu bebal dan bodoh, tapi jangan pernah letih mengajariku.. Jangan segan membangunkanku di sepertiga malam untuk bersamamu bermunajat pada Kekasih yang Maha Kasih.. Jangan letih mengingatkanku untuk terus bersamamu mendulang pahala dalam amalan-amalan sunnah.. Bimbing tanganku ke JannahNya, agar kau dan aku tetap bersatu di dalamnya.

Padamu yang menjadi kekasih hati dan teman dalam hidupku..

Seiring berjalannya waktu, kau akan menemukan rambutku yang dulu hitam legam dan indah, akan menipis dan memutih. Kulitku yang bersih akan mulai keriput. Tanganku yang halus akan menjadi kasar.. Dan kau tak akan menemukanku sebagai wanita cantik, yang kau khitbah puluhan tahun yang lalu.. Bukan wanita muda yang selalu menyenangkan matamu.. Maka jangan pernah berpaling dariku.. Karena satu yang tak pernah berubah, bahkan sejak dulu akan terus bertambah dan kian membuncah, yaitu rasa cintaku padamu..

Ketahuilah.. Tiap harinya, tiap jam, menit dan detiknya, telah aku lewati dengan selalu jatuh cinta padamu..


Jumat, 23 November 2012

Lirik "Perahu Kertas"



Perahu kertasku kan melaju membawa surat cinta bagimu
Kata-kata yang sedikit gila, tapi ini adanya
Perahu kertas mengingatkanku betapa ajaib hidup ini
Mencari-cari tambatan hati, kau sahabatku sendiri


Hidupkan lagi mimpi-mimpi (cinta-cinta) cita-cita (cinta-cinta) 
Yang lama ku pendam sendiri, berdua ku bisa percaya


Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada di antara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu


Tiada lagi yang mampu berdiri 
Halangi rasaku, cintaku padamu


Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada di antara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu


Oh bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada di antara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu



My Whises

Kata yang ku genggam untuk jadi azimat & penguat semangat dalam menjalani arus kehidupan . . .

" Jika di sini aq menanti,,q harap kau di sana menjaga,bila aq

 disini berdoa, q harap kau d sana setia..

aq tak berharap di pertemukan denganmu..tapi aq meminta di persatukan dalam cinta_NYA.."



Kamis, 22 November 2012

Tuan Kemeja Hitam, saya Putri Semangka ^,^



Hai Tuan Kemeja Hitam penyejukku, apa kabar? 

aq Putri semangka, aq mau cerita sesuatu nih ...



   Tak bertemu kemarin, hari ini, esok atau seterusnya. Mungkin aq tak lagi perduli. Ya, karena setiap helaan nafas, degupan jantung, entah kenapa selalu saja kau memenuhi bayangan itu. Setiap saat q berucap, memohon maaf atas semua khilaf ini, ingin agar setiap jam yang q lalui lebih baik dengan dekat pada-Nya.

   Tapi menjadi satu hal yang sulit, ketika kau telah menjadi satu alasan terlebih dahulu q mendekat pada-Nya... 


Semakin tak kuat, hingga setiap malam berusaha q ketik setiap kata yang ingin q ucap. Ada satu ucap syukur ketika q tak melihatmu hari ini. Ketakutan q ketika kau berada meski jauh disisi q. Q tahu mungkin kau takkan pernah membaca ini. Mungkin takkan pernah perduli.  Tapi q tahu setiap doa q selalu Engkau sampaikan Sang Pemilik Cinta.

    Di persimpangan hidup ini q temui seorang adam. Entah kapan cerita ini dimulai dan kapan cerita ini berakhir... 

Suatu saat tulisan inilah yang akan mengguratkan senyum diwajah q ^.^



Rabu, 21 November 2012

?



  • kau muncul menghilang begitu setiap hari,,

  • kita berbicara dalam diam, dengan isyarat

  • aku enggan memulainya, begitupun dirimu

  • apa kita terlalu angkuh,
  • tapi aku menyadari keterbatasanmu,
  • aku tahu aturan hidupmu,

  • aku hanya menyimpan hal indah,
  • susah, senang, tawa dan kebersamaan sebagai keluarga
  • itu lebih berarti dari cerita sepasang kekasih saat ini

  • aku ingat betapa sindrom ketakutanku mengenal lingkungan baru
  • merupakan awal kebersamaan kita semua saat itu
  • aku tahu kebersamaan dalam diam itu lebih indah antara dua makhluk berbeda ini

  • kau hadir dari kalangan dunia yang berbeda,
  • ketaatan yang kau ajarkan pada semua
  • tidak hanya aku,

  • maka kutarik semua rasa sayang yang berlebih itu,
  • ketika kudengar sakitmu,
  • kuhanya dapat panjatkan doaku untukmu,

  • rasa itu tidak melemah,
  • tapi dirimulah yang telah ajarkanku untuk membatasi diri
  • aku coba untuk tidak melebihkan rasaku padamu dari Nya

  • sang pemilik hati,
  • dari gelap malam tanpa bintang ini
  • kuserahkan sekali lagi hati, dan harapku 
  • untuknya,
  • hanya padaMu

"ku titipkan hati ini padaNya T.T...."



"sekali lagi kusaksikan riak tawanya, memenuhi seluruh hatiku, membuncah, sakit, ntah mungkin hati ini terluka disana,
itu tawanya, tawa sahabatku, atau saudariku?
aku pernah melihat titik air di ujung matanya, kala kami berjamaah siang itu, dan aku melihat kepada siapa tatapan itu ia tujukan, dan nampak jelas bagiku doa apa yang ia panjatkan.

Doa itu untuknya,
Pada seorang adam yang juga menjadi makmum di hadapannya dan juga dihadapanku
Pada seorang adam yang dalam diam pun turut kukagumi
Pada seorang adam yang dalam diam pun kuharapkan. 
Ada ketidak jujuran kala itu, saat botol kaca itu berputar, dan mengarah padanya, aku bertanya apakah ia menyukai sang adam, dengan tegas ia menjawab tidak. Tapi...
Pertanyaan yang sama ia lontarkan padaku, apakah akupun mengaguminya, aku menjawab ia, tapi ku katakan aku mengagumi yang lainnya. Aku berbohong.. 

Pada salah seorang saudaraku yang lain, yang mengadu padaku ia menyukai adam lainnya, cinta dia bilang. Ia mencoba mendekatinya, mencari tahu apakah hati itu berbalas, hingga yang kutahu ia terluka, ia menangis, dan mencoba membenci cinta..

Cinta , cinta, cinta
rupa seperti apa dia?
anggun seperti apa parasnya?
atau setajam apa sayatannya?
hingga suatu kali aku tersenyum dengan tingkahnya,
aku benci ketika diamnya,
aku takjub ketika ucapnya,
aku menangis, ya seringkali aku menangis
menangis yang entah untuk apa,
sebait doa yang kuselipkan di ujung bibirku untuknya ,
simbahan air mata dan kadang tawa yang aku adukan pada-Nya,

Tapi sungguh aku tak ingin membuat-Nya cemburu,
tidak, tidak sang pemilik cinta,
aku mengadu, karena hati ini milik-Mu
aku mengadu, karena pasrah ini juga pada-Mu,

Maaf, maafkan aku sahabatku, saudariku
sungguh ikhlas kutitipkan hati ini pada-Nya
tak ada terbersit suatu niat pun untuk menguasainya
Ia tahu, kau tahu dan sang adam pun tahu,
hati itu Ia yang membolak-balikkannya,

aku hanya tak ingin rasakan jiwa yang tak tentram ini, kerap kali sulit ku bernafas ketika kau menyebut namanya, mengabarkan keadaannya padaku. Dimana ikhlasku ?
ia menguap, entah kemana, belakangan jelas kulihat seringkali kau menyebut namanya, semua tentangnya, semua kelebihannya. Bukan dia yang dulu kau sebut kaku, tanpa ekspresi, dan tanpa rasa.
Kau memang tidak berbohong saudariku, aku yang berbohong dan aku yang terluka. Kau hanya menunggu rasa itu hadir menjadi cinta, dan keangkuhanmu pada sang adam larut menjadi takluk.

Hingga akhirnya kuadukan hati ini pada sehelai kertaspun kau takkan tahu,
ia begitu rapi, begitu indah didalam sana, 
begitu sulit bahkan untuk kusentuh,
kini ia begitu rapuh, bak porselen 
hingga akupun menyesal..

Tapi sungguh aku tak mengerti apa yang kusesalkan,
pertemuan, kebersamaan atau perpisahan,
kediamannya, keangkuhanmu atau kebohonganku,
cukup sulit untuk menatanya, 
tapi tetap saja namanya kusebut dalam tiap sujudku pada-Nya

Wahai hatiku jujurlah,
katakan padaku bagaimana keadaanmu,
kau ingin diam mengikhlaskannya, atau apa?
Dan aku, apa yang bisa kulakukan,
berbisik dalam diam ?
menangis dalam hujan ? 
atau berteriak dalam riak ombak ?

Begitu yakinkah aku untuk pantas menjadi makmummu duhai kau sang adam. Begitu banyak tatapan mata yang haram kau tawarkan, dan begitu inginnya aku mereguknya. Berulang kali kurendahkan pandanganku, berulang kali pula kutahu kau masih disana memandang, dalam hingga kedasar hati. Kau coba tersenyum dengan seluruh ketulusan, kau bertanya dengan penuh keingintahuan, kau memuji dengan penuh keyakinan, atau aku yang menganggapnya dengan penuh pengharapan.

Kau pernah berdiri disana, mencoba mengulurkan jaketmu untuk melindungiku,
Kau pernah meminjamkan milikmu untuk menghangatkan tidurku, sedangkan kau disana dalam kedinginan
kau pernah duduk dihadapanku mengulangi pertanyaan tentang keinginan kecilku,
kau pernah duduk disana dengan wajah sayumu saat derita menyeruak dalam pembaringanku 
kau pernah tersenyum disana saat aku terlalu lelah untuk bernafas, dan memintaku berhenti dengan isyaratmu
kau pernah berdiri disana mengulurkan tangan yang seharusnya kau jaga dari haram untuk membantuku melewati rintangan itu
kau pernah berdiri dihadapanku, bertingkah seperti anak kecil menggulung lengan panjangmu melawan permintaanku dengan senyuman jahilmu,
kau pernah disana saat panikku melawan kegelapan,
kau pernah terdiam berdiri dan tersenyum disana, saat jemarimu berayun rendah ketika waktu kita berakhir
dan kau tetap disana 
tetap disana,
tetap meringkuk di sudut hatiku..



Kamis, 08 November 2012

MUSLIMAH,

kata itu begitu kuat dan begitu sempurna, 
sedang
kan aku mengaku sebagai MUSLIMAH tapi masih merasa jauh dari kesempurnaan seorang muslimah. 


Aku yang juga masih terus mencari arti dari kesempurnaan Seorang MUSLIMAH.


Aku yang masih belajar,dan  akan 
terus belajar menjadi muslimah.. 
Aamiiin, dan kesempurnaan hanya milik Allah SWT,



Padamu AdaM ...

...Padamu Adam….

Dengarlah permohonan maafku..
Maaf atas segala salah yang telah ku lakukan padamu.
Kau bertanya, salahku apa? Ketahuilah,ku mempunyai begitu bnyak salah padamu..
Maaf,untuk apa katamu?

Maka dengarlah Adam.
Aku meminta maaf akan tiap tatapanmu padaku yang akhirnya menorehkan gunda dihatimu.

Aku meminta maaf atas tiap alunan suaraku,yang kadang ku akui sengaja ku lembutkan demi menggetarkan rasamu.

Aku meminta maaf akan tiap gerakan tubuhku yang kadang ku sengaja bergerak untuk menarik perhatianmu.

Aku meminta maaf akan tiap senyuman manisku yang ku tau akan mengganggu tidurmu.

Aku meminta maaf akan tiap renyah tawaku,yang ku pun tau akan membayangi tiap anganmu.

Aku meminta maaf untuk tiap hentakan kakiku,yang pastinya akan membuatmu menatap suka.

Aku meminta maaf akan tiap celoteh candaku yang membuatmu nyaman berlama-lama berbicara denganku dari pada teman ikhwanmu..

Dan aku meminta maaf karena kulakukan semua dengan sadarku, dengan sengajaku.
Dan ku meminta maaf karena Akupun menikmati tiap perhatianmu itu..

Adam, maafkan aku atas tiap polesan bedak dan kosmetik yang sengaja ku pakai agar matamu menatapku kagum.

Maafkan aku atas tiap pakaian yang ku kenakan dengan bentuk sedemikian rupa hingga hatimu mulai resah menatapku.

Maafkan aku akan tiap kerlingan mataku yang kadang ku sengaja mencari2 tatapanmu, hingga ketika tatapan qt bertemu, ku yakin cukup membuatmu gelisah.Dan aku puas.

Maafkan aku akan tiap perhatian yang ku beri yang membuatmu merasa membutuhkanku, lebih dari segalanya.

Maafkan aku akan tiap kemanjaan yang ku sengaja lakukan padamu, agar membuatmu gemas dan membekas rasa di relungmu.

Sungguh,ku meminta maaf padamu adam.
Karena kulakukan semua dengan sengajaku..
Dan ku meminta maaf akan tiap godaan yang timbul dari lakuku.
Akan semua gelisah yang ku toreh karena sukamu padaku.

Maafkan aku akan perhatianmu yang telah kurebut, hingga kau lebih memperhatikanku dari pada orang tuamu.

Akan tiap bersitan rindu yang telah ku kuasai di hatimu, bahkan membuatmu lebih merindukanku dari pada Rabbmu.

Ketahuilah adam,fitrahku kaum hawa adalah daya tarik terkuat untukmu di dunia ini. Aku hawa mampu menjadi senjata iblis untuk membujukmu memakan syajaratul khuldi yang terlarang.

Namun di tanganmu yang bijak,aku hawa mampu menjadi pondasi yang kokohkan imanmu bagai khadijah terhadap Nabi Muhammad.

Adam, jangan pernah segan menegurku bila aku salah di matamu,karena sungguh,Allah membentuk hatiku dari daging yang paling lembut agar ku mudah tersentuh dengan segala nasihat.

Mataku begitu mudah menangis dengan sentuhan sedikit saja.Namun ingatlah adam, aku hawa dari tulang rusukmu yang paling bengkok,maka fitrahku memang untuk bengkok,maka jgn memaksa untuk meluruskanku,karena kau akan menemukanku patah, sekali ku patah tak akan mampu kau sambung lagi.

Namun,jangan pula membiarkanku terus dlm bengkok,tapi cobalah meluruskanku dengan hikmah,dengan bijaksana..Maka kaupun akan menemukanku lurus bahkan mampu mengokohkanmu..

Adam.. Maafkan aku atas semua lakuku..



Minggu, 04 November 2012

mY sisteR b'Day ^_^

mY sisteR b'Day ^_^