Dengan lirik syahdu yang terlukis pada larik pelangi seusainya
Ada tatap beku penuh harap duduk diberanda berteman secangkir teh hangat
Dia tersenyum pada langit yang masih saja kelabu
dengan sederet mimpi2 biru
“ah.. andai saja waktu memberi ruang pada atap bambu
maka secangkir teh hangat akan melelehkan sebatang coklat. “ katanya
*untuk hujan
@rumahmatahari
@rumahmatahari


Tidak ada komentar:
Posting Komentar