selalu saja ada yang terlintas dalam fikiran saya,
"apakah ini menggangu?"
sedikit banyaknya ia..
"apa sanggup kau tahan ??"
sampai saat ini masih bisa hati bertahan.
Bila cemburu, bila rindu
Bila sedih kehilangan sesuatu
Ucapkanlah "Ma Fi Qalbi Ghairullah" (Tiada dihatiku melainkan Allah)
itu yang saya baca tadi, saya hanya takut perasaan itu tidak di ijabah oleh Allah,
saya takut terlalu, terlalu berlebihan,
sehingga ketika saya baca suatu tulisan yang akhirnya ingin saya abadikan diblog ini agar nanti bisa saya baca kembali,
bersumber dari (http://www.bersamadakwah.com/2013/04/ketika-cinta-berlabuh-di-hatimu.html)
Paragraf yang membuat saya tersenyum itu,
“Boleh kalian suka dan jatuh cinta sama ikhwan. Namun ketika kalian belum siap untuk menikah, tak perlu rasa cinta itu diungkapkan. Misalnya dengan memberikan perhatian yang berlebihan, sms-an, atau yang lebih parah saling ketemuan. Cukuplah rasa cinta itu menjadi rahasia kita dengan Allah. Kalau toh memang jodoh, pasti Allah akan mempertemukan kita dengannya dalam suatu ikatan suci pernikahan.”saya, saya takut menyentuhnya (bukan secara fisik), baik hatinya, status fbnya , karena jelas-jelas aplikasi itu sekarang yang bisa membuat orang seperti saya bertemu pandang di dunia maya... hhhmmm,
terkadang saya harus menghela nafas sejenak, apa saya berlebihan??? , tapi sungguh saya tidak berusaha melakukan apapun, pendekatan apapun . Melihatnya oL kadang saya senang, kadang was-was, kadang, ahh saya pikir perasaan ini sesaat saja. Apakah seandainya fb ini tidak ada getaran ini masih ada? jangan-jangan tidak ..
Ya sudahlah, Allah pasti tersenyum sekarang, karena saya mulai dengan bebas dan nakalnya mengungkapkan rasa di diary elektronik ini. atau merasa jengkel sambil berkata "apa tidak cukup curhat bersama Saya saja wahai umatku tercinta?", ^_^


Tidak ada komentar:
Posting Komentar